Senja di langit Kebar
Angin berhembus menerpa dedaunan
Lonceng Gereja Berdenting
Mambruk terbang anggun di atas bumi Tambrauw
Udara semakin dingin
Awan-awan menutup cahaya senja
efek Magenta menghias langit
sebelah barat Manokwari seketika remang
Irama air mengalir deras menabrak bendungan Kaliapi
Suara jangkrik meramaikan hutan Anjai
Aroma khas pepohonan yang menggilitik hidung
Mutiara hitam bergantian pergi
keramaian sekejap menjadi sepi
Aku berdiri padang rumput
Sendiri menikmati sunyi di pedalaman Papua Barat
Merdu nyanyian alam mengisi sisa senja saat itu
Dan Malampun tiba
Langit hitam membungkus bumi
Mengganti senja yang telah pergi
Menutup cerita seharian
Aku masuk ke dalam rumah
berbaring di atas tikar
sisa peluh kuhempaskan di atas lantai
berharap bangun di pagi hari
Melewati kisah baru hari esok
untuk kutulis di senja berikutnya.
21 Mei 2015. Kebar, Papua Barat



Tidak ada komentar:
Posting Komentar