Rabu, 15 April 2015

Paradise in Papuadise

Surga di belahan Timur Nusantara

Waktu menunjukkan Pukul 05.50 WIT, rasanya sudah hampir 2 jam di dalam pesawat. Terbang dengan ketinggian kurang lebih 5000 kaki, sesekali goyang, mungkin karena menabrak awan yang waktu itu cuacanya sedang kurang baik.
Kutengok dari jendela pesawat, perlahan langit menampakkan diri seiring terbitnya sang mentari. Aku menatap awan-awan yang sedang melayang  dengan bentuk beragam nan unik, tersusun indah seakan bertuliskan ucapan selamat pagi dunia.

Tujuan kami (awak dan penumpang pesawat) semakin dekat, Bandara Dominique Eduardo Osok, Sorong - Papua Barat. Ketinggian pesawat semakin berkurang diikuti suaranya yang semakin keras. Kulihat lagi dari jendela pesawat, kali ini aku melihat ke bawah. Belum lama aku menatap, telah tampak gugusan pulau kecil yang berderet tak beraturan namun sangat indah, dihiasi hijaunya pepohonan yang seakan sengaja di tabur di atas pulau. Inikah sambutan negeri papua untukku? Maha Suci Allah telah menciptakan pemandangan indah ini.

                                 Foto : Susianto, ST
Aku berjalan di padang rumput memperhatikan tata letak alamnya, dataran luas  yang dikelilingi hutan pegunungan terlihat bagai lukisan yang dibingkai dengan indah. Berdiri di tengah lahan terbuka yang langsung berhadapan dengan sang langit, membiarkan sinar mentari sore menyentuh dan meresap masuk ke pori-pori kulitku. Tiupan angin kencang menyambar rambutku seakan tak mau ketinggalan mempersembahkan atraksi keindahannya. Sang mentari hanya terdiam sesekali mengintip lewat celah-celah awan, ia terlihat sangat tulus melengkapi kemahsyuran bumi papua. This is Papuadise.


                                Foto : Safar, Lokasi : Pedalaman Atay, Tambrauw - Papua Barat



                                Foto : Susianto, ST Lokasi : Kars Painemu - Papua Barat
Kars Painemu, salah satu wahana yang mempersembahkan panorama indah di semesta papua. Laut membentang luas berwarna biru seperti langit sedang bercermin padanya, didandani dengan pantulan sinar matahari dan pulau-pulau kecil yang tersusun elok. Cantik nan alami, terhindar dari campur tangan manusia yang ingin mengubahnya dengan teknologi.
 
                                Foto : Susianto, ST Lokasi : Kars Painemu Papua Barat
                             
                                Foto : Susianto, ST Lokasi : Kars Painemu Papua Barat

Aku duduk di atas rerumputan, diam dan khusyuk menikmati pemandangan menakjubkan ini. Mahakarya Tuhan telah menganugerahi bumi dengan pemandangan luar biasa, membuatku semakin menyadari keagunganNya. Sempat terlintas di benakku, mungkin ini adalah percikan surga yang jatuh ke bumi. Aku sangat bersyukur atas nikmat sang pencipta yang sekali lagi Luar biasa.

Besar harapanku agar keindahan ini dilestarikan, dijaga, sebagaimana kita menjaga tubuh kita. Karena itulah salah satu bentuk hubungan kita sebagai manusia kepada alam. Semoga harapanku sama dengan harapan orang-orang yang telah menyaksikan keindahan alam ini, terlebih bagi pihak-pihak yang berkuasa atas negeri ini.

"kitorang dari lahir di sini, kitorang su minum dong pu Aer, su pake dong pu tanah, masa kitorang tra ada pu terima kasih?" 

Jayalah negeri Papua, jadilah kebanggaan bumi ibu pertiwi.

Sekian dan Terima kasih J .... Salam sapa dari Sorong, Papua Barat.












Minggu, 12 April 2015

Mimosa




Mimosa,
Primadona Kota Aimas
Cerminan seorang Putri dalam Kisah Raja Raja
Senyumnya indah walau hanya sedikit bicara

Mendekatimu bukan sekedar ambisi
Ini natural dari dalam sanubari
Entah darimana rasa ini
Datang begitu saja bagai hujan menjatuhi bumi

Kutahu cinta itu energinya dahsyat
Yang mengalaminya merasakan getaran hebat
Apalagi yang menyimpannya dalam-dalam
Rindu di hati meledak serupa zat Amomonia bertemu Asam

Kukejar lagi, dan lagi lagi kukejar
Hingga batas antara kita menjadi samar
Kegigihanku tak kalah dari Wright bersaudara
Si penemu pesawat yang berkali-kali jatuh dan terluka

Mimosa, begitu aku menyebutmu
Karna aku tak tahu siapa namamu
Kusapa kau namun hanya tersenyum ragu
Aku tak mampu membaca raut di  wajahmu

Bisakah kita bersua walau sejenak?
Aku hanya ingin mengenalmu
Kumohon jangan bilang tidak
Aku sangat ingin mengenalmu